Basic SEO for Dummies part I : Pengertian SEO dan Implementasi On-Site SEO

So, sebenarnya suatu hari tiada angin tiada hujan, abang gue tiba-tiba nge-chat
“Bikin tutorial SEO donk.”.
And I was like

Bukannya kenapa-kenapa ya, ini orang tumben-tumbenan tertarik ama bidang ini. Yah berhubung rasa penasarannya positif, why nut? Kenapa kacang? Jadi gue coba mulai menulis tentang topik ini. Jadi inilah Basic SEO for Dummies buatan gue. Sengaja ada part I nya karena SEO itu luas banget lingkupnya. Siapa tahu kepanjangan terus gue mau nulis part II-nya. 😆

Preambule

Pertama-tama, gue mau klaim kalau gue bukan pakar di bidang SEO ini, jadi mohon maaf kalau ada kesalahan kata. Perjalanan gue di bidang SEO bermula saat awal gue mengenal blogging dan Google Adsense di tahun 2010. Algoritma Google dan beberapa mesin pencari lainnya saat itu berbeda dengan sekarang. Saat itu, mesin pencari masih dapat dikelabui dengan melakukan spamming keywords pada Meta Content dan isi halaman. Saat ini mungkin masih dapat berhasil, namun biasanya akan cepat mengalami penurunan peringkat (de-rank) di mesin pencari.

Semua hal yang gue pelajari tentang SEO gue dapatkan melalui otodidak. Gue mulai dengan blog walking, ikutan forum-forum, serta membaca artikel-artikel yang membahas SEO. Hasilnya? Not bad menurut gue. Setidaknya beberapa keyword seperti “Tes MBTI Indonesia” dan “L-Men Carnitine Water” berhasil memuncaki hasil pencarian. Padahal kedua keyword itu memiliki kompetisi yang lumayan sengit. Gue mendapatkan traffic yang lumayan dan revenue yang lumayan juga melalui AdSense dari situ. Selain itu, gue juga berada di halaman pertama hasil pencarian “Freelance Web Developer Jakarta“. Poin terakhir berhasil membawa gue ke beberapa client 😄. So, begitulah kira-kira manfaat SEO.

Pengertian SEO

Dari tadi sebut-sebut SEO tapi tidak pernah dijelasin yah makanan jenis apa itu. SEO adalah Search Engine Optimisation. Secara harafiah, bisa diartikan usaha optimisasi pada website Anda agar mendapatkan peringkat yang baik di Google. Ambil contoh Anda ingin mengambil tes psikologi MBTI berbahasa Indonesia lalu anda mencari “tes mbti indonesia” di Google. Lalu inilah hasil yang Anda dapatkan:

CTR (Click Through Rate) rata-rata peringkat pertama hasil pencarian menurut DEJANSEO adalah 36%. Ini artinya, kamu bisa medapatkan 36% dari jumlah traffic pencarian apabila kamu ada di peringkat pertama hasil pencarian. Jumlah yang cukup besar bukan? Inilah pentingnya SEO bagi website kamu. Bukankah memiliki toko yang keren namun tidak ada yang berkunjung bukanlah hal yang baik?

On-Page SEO

Pendekatan pertama yang akan gue coba melalui artikel ini adalah On-Page SEO. On-Page SEO adalah optimisasi yang dilakukan pada halaman website itu sendiri. Di bagian pertama seri artikel ini, gue akan fokus pada pembahasan on-page SEO.

Di bawah ini adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan terkait dengan On-Page SEO. Kali ini gue akan mencoba memberikan studi kasus review Huawei P30 Pro yang baru saja dirilis baru-baru ini. Anggaplah gue baru saja menulis artikel tentang handphone tersebut dan hendak melakukan optimisasi On-Page SEO di artikel tersebut. Gue sudah menentukan keyword yang gue targetkan, “review huawei p30 pro“.

Title/Judul Artikel

Yang paling pertama gue lakukan adalah menentukan judul artikel yang ingin gue tulis. Pastikan keyword yang ingin kamu targetkan tertulis di judul artikel tersebut. Kamu juga bisa menambahkan beberapa kata agar artikelmu terkesan unik. Contoh: Review Huawei P30 Pro : Zoom-nya Bisa 50x!.

SEO Friendly URL

Gue memiliki 2 url:
1. https://www.anthonykusuma.com/01012019/article-7864
dan
2. https://www.anthonykusuma.com/review-huawei-p30-pro-zoom-nya-bisa-50x
Kira-kira yang mana yang SEO friendly? Sudah bisa dipastikan yang kedua. Pastikan url kamu juga mengandung keyword yang kamu targetkan. Biasanya, SEO friendly url merupakan bentuk url dari judul artikel.

Meta Description Content

Untuk bagian ini agak teknis. Jika kamu tidak terlalu paham, mungkin kamu perlu bantuan dari web developer yang kamu kenal. Bagi kamu pengguna WordPress, untungnya ada berbagai plugin SEO seperti YOAST SEO yang membantu kamu untuk menentukan meta description. Meta description akan muncul pada hasil pencarian setelah judul artikel dan URL.

Tampilan meta description pada hasil pencarian
Penampakkan meta description pada hasil pencarian

Selain meta description, dahulu penggunaan meta keywords juga diperhitungkan. Tapi semenjak 2015, penggunaan meta keywords sudah tidak menjadi poin yang dianggap oleh mesin pencari sehingga tidak perlu dipikirkan lagi.

Implementasi Keyword pada Paragraf Pertama

Salah satu hal yang cukup penting adalah memasukkan keyword yang kamu targetkan pada paragraf pertama artikel/halaman website-mu. Dengan ini, diharapkan mesin pencari dapat memahami relevansi antara pencarian dan website-mu sehingga akan mendorong peringkatnya di mesin pencari.

Heading Tag

Pertama-tama, gunakan tag <h1></h1> pada judul artikelmu. Setelah itu, coba bagi artikel/halaman website-mu menjadi beberapa bagian. Setiap bagian dimulai dengan sub judul yang dibungkus dengna tag <h2></h2>. Pastikal keyword yang kamu targetkan ada di setiap judul dan subjudul. Contoh:

<h1>Review Huawei P30 Pro : Zoom-nya Bisa 50x!</h1>
<h2>Kamera Huawei P30 Pro : 3 Kamera dengan Kekuatan Thanos</h2>
Multimedia

Keberadaan multimedia dapat membantu mengurangi bounce rate dan meningkatkan waktu yang dihabiskan pengunjung di website. Bounce rate sendiri adalah sebuah nilai presentase pengunjung yang hanya membuka website-mu dan tidak melakukan apapun, lalu menutup browser mereka. Semakin kecil nilai bounce rate maka semakin baik karena menandakan website-mu relevan dengan pengunjung.

Optimisasi Gambar

Mesin pencari tidak dapat membaca gambar yang kamu selipkan pada artikel dan website-mu. Oleh karena itu, diperlukan 2 hal agar mereka dapat membacanya.

Yang pertama adalah penggunaan Alt Text, sedangkan yang kedua adalah penamaan file image itu sendiri. Dengan menyisipkan kedua hal tersebut, hasil pencarian gambar mesin pencari dapat merekomendasikan website kamu. Berikut contoh penggunaan alt text dan nama file yang baik:

<img src="hasil-zoom-kamera-huawei-p30-pro.jpg" alt="Hasil kamera huawei p30 pro dengan 50x zoom" />
Outbound Link

Outbound membantu mesin pencari seperti Google mengetahui relevansi topik artikel/website-mu dengan website yang kamu tuju. Sebagai contoh, apabila kamu menulis artikel tentang Huawei P30 Pro, jangan lupa untuk memberikan link menuju website official Huawei, GSM Arena dan Android Authority tentang Huawei P30 Pro.

Internal Link

Internal link dapat membantu mengurangi bounce rate-mu juga. Jangan lupa untuk menyisipkan beberapa link menuju artikel lainnya di website-mu. Contohnya kamu bisa menyisipkan link menuju artikel “perbandingan kamera Huawei p30 pro dengan Samsung S10+” pada artikel Huawei P30 Pro yang kamu buat. Contoh penggunaan internal link yang baik adalah Wikipedia.

Website Speed

Menurut Munchweb, 75% pengunjung website akan pergi dan tidak akan kembali lagi apabila memerlukan waktu lebih dari 4 detik untuk memuat halaman yang ingin dia buka. Oleh karena itu, optimisasi script website serta penggunaan hosting dan CDN yang bagus sangat diperlukan untuk menunjang website-mu.

Responsive Website

Sejak 2015, Google mulai memberikan penalti pada website yang tidak mobile friendly. Website anthonykusuma.com sendiri memiliki lebih dari 90% pengunjung yang datang dari smartphone mereka. Maka dari itu, pastikan website-mu responsive ya.

Lumayan banyak juga ya? Dengan implementasi poin-poin tersebut, peringkat website-mu dapat semakin lebih baik di mesin pencari. Jika ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di bawah. Terima kasih.