Menikmati Langit Malam di Perth Observatory

Sewaktu kecil, saya bercita-cita menjadi seorang astronot. Semua bermula ketika saya mendapatkan buku tentang astronomi dan alam semesta dari orang tua saya. Selain itu, mungkin juga karena influence dari kakak saya yang juga memiliki mimpi serupa. Semua itu sedikit banyak mempengaruhi kecintaan saya terhadap astronomi. Pengalaman yang saya dapatkan ketika mengunjungi Perth Observatory dan menikmati langit malam yang penuh bintang seperti merasakan mimpi yang menjadi nyata (dream come true begitu deh).

Preambule

Di sela-sela kesibukkan saya menjalani WHV, saya mencoba mencari kegiatan alternatif yang bisa saya lakukan di akhir pekan. Setelah browsing beberapa tempat wisata di sekitar Perth, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba kegiatan yang belum pernah saya lakukan di Indonesia: mengunjungi observatorium.

Ada dua observatorium yang cukup terkenal di sekitar Perth, yang pertama Perth Observatory dan yang kedua adalah GDC (Gravity Discovery Centre) Observatory. GDC Observatory terletak di Gingin, sekitar 80km dari tempat tinggal saya. Sulitnya transportasi membuat saya memutuskan untuk memilih opsi pertama yang lebih dekat.

Sekilas Tentang Perth Observatory

Perth Observatory adalah observatorium tertua di Western Australia dan sudah beroperasi selama lebih dari 120 tahun. Perth Observatory terletak di Bickley, sekitar 35km dari Perth.

Mengamati Bintang via Night Sky Tour

Night Sky Tour merupakan atraksi utama di Perth Observatory. Selama hampir 2 jam, saya dipandu oleh relawan yang sangat antusias menjelaskan dan menjawab pertanyaan seputar objek di langit malam itu.

Ada 4 jenis Night Sky Tour: Dark Sky Night, Moonlit Night, Full Moon Night dan Special Night. Saya memilih Dark Sky Night karena merupakan malam terbaik untuk mengamati objek di langit tanpa ada gangguan dari cahaya bulan. Para relawan yang berbincang dengan saya pun mengamini bahwa Dark Sky Night merupakan tour terbaik untuk menikmati pengalaman penuh dari tur malam di Perth Observatory. Namun jika kamu ingin mengamati bulan, saya menyarankan untuk datang pada Moonlight Night. Informasi lebih lanjut mengenai pemesanan, tanggal dan jenis tur dapat kamu lihat di sini.

Meteorit seberat 200kg. Maaf blurry.

Ketika sampai di Perth Observatory, saya dan pengunjung lainnya disambut oleh para relawan. Kami diajak mengunjungi museum sambil menunggu semua peserta tur datang. Setelah lengkap, kami berjalan menyusuri jalan setapak menuju lokasi peneropongan. Kondisi cahaya cukup gelap agar mata kami terbiasa dengan gelapnya malam sehingga dapat melihat langit malam dengan lebih jelas. Kami juga dilarang untuk menyalakan layar handphone dan gadget lainnya agar tidak mengganggu tur.

Agenda tur adalah meneropong langit malah satu demi satu melalui teleskop yang tersedia. Ada sekitar 6 teleskop yang aktif saat itu dan masing-masing digunakan untuk mengamati objek yang berbeda. Saya pun dapat mengamati open cluster (Sekelompok ribuan bintang yang berkumpul) dan bintang lebih dekat.

Saya cukup beruntung malam itu karena langit sangat cerah dan tidak ada awan yang menghalangi sama sekali. Padahal beberapa hari sebelumnya langit cukup mendung sehingga peneropongan dibatalkan. Ketika dibatalkan, agenda tur hanya sekadar mengunjungi museum dan mendengarkan sejarah Perth Observatory selama 1,5-2 jam. 😓

Dengan mata telanjang, saya dapat melihat Orion Nebula dan Sirius Star yang bersinar sangat terang malam itu. Bahkan satelit yang tengah mengorbit bumi pun dapat terlihat jelas.

Jika kamu ingin melihat dan mengambil foto Milky Way Belt di sini, saya menyarankan untuk mampir saat musim dingin (Winter) sekitar bulan Juli-Agustus. Saat itu, bagian selatan Bumi tengah menghadap ke dalam Milky Way sehingga langit lebih penuh dengan bintang.

Bagaimana Cara ke Perth Observatory?

Jika kamu memiliki kendaraan sendiri, kamu dapat menggunakan GPS atau aplikasi map yang akan menuntunmu ke Perth Observatory dalam waktu 40 menit dari CBD. Harap berhati-hati karena ada beberapa kangguru liar yang melintasi jalan secara tiba-tiba.

Jika kamu seperti saya yang tidak memiliki kendaraan sendiri, untungnya Perth Observatory bekerja sama dengan Landsdale Bus Charter menyediakan layanan return bus trip. Perlu diingat bahwa bus ini tidak ada setiap hari dan sebaiknya kamu sudah memesan Night Sky Tour di tanggal yang sama sebelum memesan bis ini. Pemesanan, tarif, jadwal dan lokasi penjemputan/pengantaran dapat kamu lihat di sini.

Perth Observatory Bus

Saya sendiri memilih lokasi penjemputan di Bell Tower yang dapat ditempuh sekitar 10 menit dari tempat tinggal saya. Bis ini merupakan minibis (Seperti Elf kalau di Indonesia) yang dapat menampung sekitar 20 orang. Bis ini berangkat sekitar pukul 19:15 dari Bell Tower untuk menjemput penumpang lainnya di Crown Casino pada pukul 19:30.

Bell Tower

Astrophotography

Ini merupakan salah satu tujuan saya datang ke observatorium: mengambil foto langit malam yang penuh dengan bintang. Saya bahkan sampai membawa tripod ke tur ini. Melihat saya membawa tripod, salah satu relawan yang bernama Roger menawarkan diri untuk mengajari saya astrophotography. Beliau ternyata anggota dari Perth Astrophotographer dan kecintaan terhadap astronomi membuatnya menjadi relawan di Perth Observatory di tengah kesibukkannya sebagai seorang programmer.

Foto Orion Nebula dan Sirius Star | Diambil dengan Fujifilm XT-20 dan 18-55mm lens, ISO 3200, Shutter Speed 10s, dan f/2.8

Kebaikkan para relawan tidak berhenti sampai di situ. Ketika tur berakhir, saya ditawari untuk tinggal sejenak selama sekitar 30 menit untuk mengambil foto langit malam. Saya kemudian diantar pulang oleh relawan lainnya yang bernama Ted. Sesekali kami berhenti di tengah jalan untuk mengambil foto kota Perth di malam hari. Saya bahkan melihat bintang jatuh (meteor) di langit malam itu. What a night to remember!

Total Biaya yang Saya Keluarkan

AUD 45: Night Sky Tour
AUD 22: Return bus trip
AUD 18: Star Disc (oleh-oleh karena iseng)
Total: AUD 85 (atau sekitar IDR 850,000)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Subscribe Now
Anthony Kusuma

Anthony Kusuma

Web and UI/UX Designer who has an interest in photography, travelling, and astronomy.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *