Tapak Tilas 2019

Melalui postingan ini, saya mencoba menapak tilas perjalanan 2019. Saya adalah orang yang mudah lupa sehingga penulisan artikel ini cukup menguras otak saya untuk mengingat-ingat kembali hal yang telah saya lakukan di 2019 ini. Untuk memudahkannya, saya mencoba membaginya menjadi bulan per bulan.

Januari

Januari sepertinya adalah bulan yang cukup ribet untuk saya dan istri. Di bulan ini kami mengurus persiapan WHV (Work and Holiday Visa) yang akan kami lakukan di Australia. Dimulai dengan mengurus kepindahan kucing kesayangan kami, D.Va, ke Makassar di mana keluarga istri saya tinggal.

Oh, ada pengalaman seru di mana saya belajar menjadi barista di Indonesia Coffee Academy. Selama 4 hari saya belajar teknik espresso, latte art, dan berbagai teknik barista lainnya di Anomali Coffee Senopati.

Februari – Juni

Saya dan istri tiba di Darwin, Northern Territory, Australia pada tanggal 12 Februari 2019. Darwin adalah pertama yang kami pilih di Australia untuk dapat menyelesaikan persyaratan second year visa. Saya melakukan beberapa pekerjaan yang tidak pernah saya lakukan di Indonesia sebelumnya, seperti menjadi sushi maker, kitchenhand, TAB Operator (Semacam operator judi pacuan kuda dan olahraga), breakfast cook, food runner dan masih banyak lagi.

Di 5 bulan ini kami juga belajar banyak mengenai kehidupan di Australia dan cukup struggle beradaptasi dengan kehidupan di luar Indonesia. Ini pertama kalinya kami tinggal di luar negeri selain untuk berjalan-jalan. Jika sempat, nanti akan saya bagikan pengalaman saya selama 5 bulan berburu persyaratan WHV tahun kedua di Darwin.

Oh, kami pun mendapatkan teman dari Peru, Marilia, di sini. Orangnya seru dan suka becanda. 😆

Juli

Setelah mendapatkan WHV tahun kedua, kami memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Untuk melepas penat, saya dan istri pun memutuskan untuk berlibur selama seminggu di Bali.

Hey, ini pertama kalinya saya ke Bali!

Kami mengunjungi beberapa spot wisata di Bali bagian selatan. Selain itu saya yang tidak bisa berenang dan takut ketinggian ini nekad mencoba atraksi di Waterboom. Seru!

Agustus

Setelah menghabiskan hampir sebulan di Indonesia: bertemu keluarga dan teman serta menikmati makanan Indonesia sampai puas (God, I love Pecel Lele so much!), kami pun memutuskan untuk kembali ke Australia.

Sydney, kota yang secara random terlintas di pikiran kami. Kami pun terbang di penghujung bulan Agustus. Kontradiksi antara Darwin dan Sydney sangat terasa. Sydney sangat ramai dibandingkan Darwin yang sepi sekali. Tambahan, karena kami datang di penghujung winter, suhunya dingin sekali. 😰

Saya merayakan ulang tahun yang ke 30 di Taronga Zoo! Cukup dengan membayar $1, saya bisa masuk dan melihat-lihat binatang-binatang yang lucu. Pertama kalinya saya melihat kangguru dan koala dari dekat! 😍

Di sini kami juga mendapatkan teman baru.

Fonsi yang juga merupakan land lord (Pemilik rumah) kami di Sydney. Berdasarkan nama dan wajahnya, awalnya kami menyangka dia adalah orang Italia, Spanyol, atau tanah Latino yang lain. Eh, ternyata dia orang Indonesia. 😅 Orangnya easy going dan pengalaman hidupnya seru banget. Maaf yah kami melewatkan ajakkan dugemnya, next time pasti!

Robin, Dewi (istri) dan Elzy (anak)! Saya mengenal Robin dari dunia maya dan kami belum pernah bertemu sama sekali. Semua bermula dari chatbox di website streaming AC Milan, mungkin 10 tahun yang lalu. Meskipun begitu, Robin dan keluarganya baik sekali. Pertama kami ditraktir makan, diajak jalan-jalan bahkan sampai dipinjami kartu annual pass untuk masuk ke objek wisata di Sydney.

And I was really happy when I knew they already got their PR visa yesterday! Congrats!

Saya dan istri juga diajak bekerja di pabrik salami Montecatini tempat Robin bekerja. And man, the owners are really kind! 😭 Kalau kalian sedang di Australia, jangan lupa beli produk-produk Montecatini ya. Pengalaman seru di sini sepertinya asyik kalau dituang dalam satu artikel terpisah. Ditunggu ya!

September – Desember

Ketika saya di Indonesia, saya sempat melamar beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan IT di beberapa kota besar di Australia,: Sydney, Melbourne, Perth dan Brisbane. Gayung bersambut, salah satu perusahaan rintisan di Perth menawarkan pekerjaan kepada saya sebagai front-end web developer. Akhirnya di akhir September 2019, saya dan istri pun pindah ke Perth untuk bekerja di My Foodie Box.

My Foodie Box adalah penyedia produk meal kit untuk memudahkan kamu memasak. Orang-orang di sini sangat baik dan memiliki passion untuk memberikan yang terbaik melalui pelayanan dan kualitas bahan terbaik dari supplier di Western Australia. Kalau kamu tinggal di area Perth dan sekitarnya, jangan lupa berlangganan ya!

Welcome 2020!

2019 pun berakhir dan kita memasuki dekade baru di 2020 ini. Semoga tahun ini lebih baik dan realisasi impian saya mengajak orang tua jalan-jalan di tahun ini dapat tercapai. Semoga tahun 2020 ini berjalan dengan baik bagi kita semua. 😊

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Subscribe Now
Anthony Kusuma

Anthony Kusuma

Web and UI/UX Designer who has an interest in photography, travelling, and astronomy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *